2. Penerapan Bioteknologi Konvensional


Penerapan bioteknologi konvensional dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti bidang pangan, bidang lingkungan, dan bidang kesehatan.

b. Produk makanan dari bahan Non susu

Selain produk dari bahan susu, bioteknologi konvensional juga dapat diterapkan untuk membuat produk pangan dari bahan nonsusu. Beberapa produk pangan nonsusu dari proses bioteknologi konvensional sebagai berikut.

  1. Tapai
  2. Sumber : fanpop.com
    Gambar 4. Tapai

    Tapai dapat dibuat dari serealia ketan atau umbi-umbian (singkong) melalui proses fermentasi. Fermentasi tersebut dilakukan dengan bantuan ragi. Sebenarnya ragi pada pembuatan tapai terdiri atas berbagai mikrob. Namun, mikrob yang paling dominan yaitu jamur Saccharomyces cerevisiae. Selain Saccharomyces cerevisiae, jamur Aspergillus sp., dan bakteri Acetobacter aceti juga berperan dalam pembuatan tapai.

    Mikroorganisme yang terdapat pada ragi tapai memiliki peranan yang sinergis, artinya mikroorganisme tersebut akan bekerja bersama untuk mengubah bahan baku dari singkong atau beras ketan menjadi tapai. Selama pembuatan tapai terjadi pemecahan (hidrolisis) amilum atau pati menjadi glukosa. Proses ini dibantu oleh jamur Aspergillus sp. Proses inilah yang membuat tapai berasa manis. Glukosa yang dihasilkan dari proses tersebut difermentasi menjadi alkohol oleh Saccharomyces cerevisiae. Proses ini menyebabkan tapai memiliki aroma yang khas. Proses fermentasi yang dilakukan mikroorganisme dalam pembuatan tapai merupakan respirasi anaerob. Artinya dalam prosesnya tidak dibutuhkan oksigen.

    Apakah ketika memakan tapai kamu merasakan rasa masam? Dari mana rasa masam tersebut? Rasa masam pada tapai disebabkan adanya kandungan asam cuka (asam asetat). Asam cuka dihasilkan dari proses fermentasi alkohol oleh bakteri Acetobater aceti secara aerob (dalam keadaan terdapat oksigen). Fermentasi ini terjadi ketika pembungkus tapai terbuka. Oleh karena itu, agar tapai yang dihasilkan tidak terlalu masam, dalam pembuatan tapai harus ditutup rapat.

  3. Tempe dan oncom
  4. Sumber :femina.co.id
    Gambar 5. Tempe

    Tempe dibuat dari kedelai dengan bantuan ragi tempe berupa jamur Rhizopus oryzae. Jamur Rhizopus oryzae akan merubah protein komplek pada kacang kedelai yang sukar dicerna menjadi protein sederhana (asam amino) yang mudah dicerna oleh manusia. Pada proses pertumbuhannya, jamur akan menghasilkan benang-benang yang disebut dengan hifa. Benang-benang itu mengakibatkan biji-bijian kedelai saling terikat dan membentuk struktur yang kompak seperti pada Gambar 5.

    Adapun oncom ada dua jenis yaitu oncom merah dan oncom hitam. Oncom merah dibuat dari ampas tahu dengan bantuan jamur Neurospora crassa. Sementara itu, oncom hitam dibuat dari bungkil kacang tanah dengan bantuan jamur Rhizopus oryzae.

  5. Kecap
  6. Sumber :depositphotos.com
    Gambar 6. Kecap

    Kecap merupakan salah satu produk hasil bioteknologi yang terbuat dari kacang kedelai. Secara tradisional proses pembuatan kecap melibatkan proses hidrolisis dan fermentasi dengan menggunakan jamur Aspergillus oryzae, Aspergillus sojae, dan Aspergillus wentii. Di Jepang, proses fermentasi dalam pembuatan kecap juga melibatkan Saccharomyces cerevisiae dan spesies Lactobacillus untuk menghasilkan aroma khas.

    Pada tahap awal pembuatan kecap, kedelai dicuci hingga bersih, kemudian direbus hingga matang. Selanjutnya, kedelai yang telah direbus ditaburi dengan kultur jamur. Kemudian, dicampur air garam dengan jumlah tertentu. Setelah beberapa waktu, jamur akan berkembang, menghasilkan enzim yang mampu menghidrolisis amilum menjadi gula sederhana dan menghidrolisis protein menjadi asam amino. Gula sederhana dan asam amino akan mengalami reaksi membentuk ikatan amino-glikosida sehingga menghasilkan warna cokelat gelap.

    Dari proses tersebut, akan terbentuk campuran butiran biji kedelai dan cairan kental berwarna cokelat gelap. Selanjutnya, campuran ini disaring untuk memisahkan cairan dengan butiran biji kedelai. Cairan cokelat gelap tersebut selanjutnya dipanaskan untuk mematikan jamur maupun bakteri. Cairan inilah yang dinamakan kecap, yang biasanya dikemas dalam botol.

  7. Nata de coco
  8. Sumber :depositphotos.com
    Gambar 7. Nata de Coco

    Nata de coco merupakan makanan berupa agar-agar putih dengan tekstur kenyal yang berbahan dasar air kelapa. Nata de coco dapat melancarkan pencernaan karena mengandung serat tinggi. Proses pembuatan nata de coco termasuk ke dalam bioteknologi konvensional yang melibatkan mikroorganisme berupa bakteri Acetobacter xylinum. Bakteri ini mampu membentuk benang selulosa yang mengelilingi tubuhnya, sehingga mampu menggumpalkan air kelapa. Aktivitas bakteri tersebut menyebabkan air kelapa menjadi kenyal dan berwarna putih.

  9. Roti
Sumber :gettyimages.com
Gambar 8. Roti

Bahan dasar untuk membuat roti yaitu tepung terigu difermentasikan dengan menambahkan ragi roti berupa yeast atau khamir (Saccharomyces cerevisiae) proses fermentasi ini akan menghasilkan gas karbon dioksida dan alkohol. Adapun gas karbon dioksida mengakibatkan adonan roti mengembang sehingga ukurannya menjadi lebih besar, lembut, dan tidak padat (tidak bantat). Adapun alkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi akan menghasilkan aroma dan memberikan rasa pada roti.

Salah Satu Contoh Penerapan Bioteknologi Konvensional Bidang Pangan Tapai dan Tempe

Video 2. Proses Pembuatan Tempe

Video 3. Proses Pembuatan Tapai

Kegiatan 3 :

Jawablah semua soal dibawah ini.

  1. Soal berupa drag and drop
  2. drag kolom jawaban yang telah disediakan kedalam tabel jawaban
  3. Jika pilihan kamu benar, maka "kolom berwarna hijau".
  4. Jika pilihan kamu salah, maka "kolom berwarna merah".

Setelah mempelajari beberapa jenis produk pangan yang merupakan hasil bioteknologi, dapatkah kamu menentukan mikroorganisme yang terlibat dalam pembuatan suatu produk pangan? Cocokkanlah produk pangan pada tabel dengan pilihan jawaban sesuai bahan baku serta mikroorganisme yang terlibat dalam pembuatannya


No Produk Pangan Bahan yang digunakan Mikroorganisme yang berperan
1 Tapai
2 Yoghurt
3 Oncom Merah
4 Nata de coco
5 Tempe
6 Mentega

Singkong Saccharomyces cerevisiae Susu
Lactobacillus bulgaricus Ampas Tahu Neurospora crassa
Air Kelapa Acetobacter xynilum Kedelai
Rhizopus oryzae Lemak/ Krim Susu Streptococcus lactis