Bioteknologi berasal dari kata bio (hidup) dan teknos (teknologi). Dari kedua kata tersebut maka bioteknologi adalah penerapan prinsip-prinsip biologi, biokimia, ilmu rekayasa, serta ilmu lainnya dalam pengolahan bahan yang memanfaatkan organisme (makhluk hidup) untuk menghasilkan suatu produk maupun jasa yang bermanfaat bagi manusia. Pada umumnya makhluk hidup yang dimanfaatkan dalam proses bioteknologi berupa mikrob.
Berdasarkan tingkat kerumitannya dalam pelaksanaan proses-proses bioteknologi, bioteknologi dapat dibedakan menjadi dua yaitu, bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.
Teknologi yang diterapkan dalam bioteknologi konvensional masih sederhana. Penerapan bioteknologi konvensional untuk menghasilkan produk hanya mengandalkan mikroorganisme secara alami tanpa dilakukan rekayasa genetika. Pada proses ini, campur tangan manusia hanya sebatas menyediakan dan mengkondisikan subtrat agar mikroorganisme dapat berkembang biak secara optimal. Bioteknologi konvensional memiliki beberapa karakteristik yaitu:
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, bioteknologi juga terus berkembang menjadi bioteknologi modern. Bioteknologi modern mulai berkembang sejak ditemukannya DNA (Deoxiribosa Nucleic Acid). Berbeda dengan bioteknologi konvensional yang masih menggunakan peralatan sederhana, bioteknologi modern telah menggunakan peralatan yang canggih dan modern.
Bioteknologi modern melibatkan prinsip biokimia, biologi molekuler, dan rekayasa genetika. Bioteknologi modern tidak terlepas dari penemuan enzim-enzim yang membantu dalam proses rekayasa genetika. Melalui teknik rekayasa genetika, para ahli bidang bioteknologi dapat menyusun pola gen sedemikian rupa sehingga menghasilkan organisme yang sifat-sifatnya sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa karakteristik bioteknologi modern sebagai berikut.